Journal

Aperture

Bagi Awan, hidup selalu terasa linear. Dunianya dibangun dari barisan kode biner 1 dan 0, rutinitas server yang membosankan, dan hiruk-pikuk ruang data yang dingin

Read More »

Kala(h)

Wangi melati yang menyeruak di aula hotel itu seharusnya harum, tapi bagi Kala, aromanya terasa seperti formalin yang mengawetkan luka. Ia berdiri di depan cermin

Read More »

Tak Mengelak

Dunia itu terbelah dua: aroma tiner cat yang tajam di kamar kosnya dan bau apek kertas fotokopi di kantor magang. Kabar itu datang di satu

Read More »

Lunas.

Aku sedang menulis tentang seorang pria yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk menjadi “layak”, hanya untuk menyadari bahwa timbangan yang digunakan dunia untuk mengukurnya sudah rusak

Read More »

Makan Malam Terakhir si Pecundang.

Apartemen Togi adalah nekropolis pigmen. Di sana, tabung-tabung akrilik telah bertransformasi menjadi fosil-fosil kaku yang meringkuk di sudut, sementara kanvas-kanvas kosong mengalami pembusukan organik, teroksidasi

Read More »

10.400 Km

Jakarta masih saja bising; debu dan klakson yang tak pernah tidur di balik jendela. Sementara di sana, Austria sedang membeku; pintu-pintu terkunci rapat, salju menimbun

Read More »